Pengaruh Teknologi informatika dalam
Dunia Pertanian
Disusun Oleh :
Nama : MOCHAMMAD ZULFIKAR
T.J
NPM
: 16111129
Kelas : 1IA16
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
TI - TEKNIK INFORMATIKA
Universitas Gunadarma
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun
hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan
pikirannya.Dengan ini saya telah menyelesaikan makalah (Pengaruh Teknologi informatika dalam Dunia Pertanian)
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman Saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Jakarta, 3 April 2018
(zulfikar)
penulis
penulis
Contents
BAB I
PEMBAHASAN
1.1 Latar Belakang
Dengan mengangkat tema peran
tenkologi terhadap bidang pertanian dikarenakan saya sangat ingin berkontribusi
dalam bidang TI khususnya di bidang pertanian untuk memajukan pertanian
Indonesia,meratanya persediaan kebutuhan hasil dari petani yang merata oleh
karena itu saya mempunyai misi dan visi untuk memajukan pertanian Indonesia.
Sarana produksi pertanian yang kita
kenal selama ini adalah lahan, modal, tenaga kerja dan teknologi. Satu sarana
produksi yang sering dilupakan adalah informasi. Informasi sangat menentukan
keberhasilan usaha petani misalnya apakah usahanya akan berhasil atau tidak,
menguntungkan atau tidak dan sebagainya. Informasi berapa kebutuhan dan
ketersediaan pasar terhadap komoditas tertentu akan menentukan berapa jumlah
komoditas tersebut harus diperoduksi oleh petani agar usaha tersebut dapat
menguntungkan.
Kemajuan teknologi dewasa ini
membawa kita kepada dunia global termasuk dibidang informasi. Globalisasi
informasi dewasa ini tidak lagi hanya diartikan sebagai arus komunikasi massa dalam
arti sekedar penyebarluasan siaran televisi dan hiburan saja, namun sudah
mencakup perluasan arus informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendorong
perluasan cakrawala informasi dan wawasan manusia.
Dalam arti yang lebih luas
globalisasi ini merupakan suatu transformasi sosial budaya dengan lingkup
global. Dalam kaitan dengan globalisasi ini maka kata Internet menjadi suatu
fenomena baru yang sering menjadi topik pembicaraan di akhir abad ke 20 ini.
Dengan internet, dunia saat ini seakan menjadi begitu kecil. Hanya dalam
hitungan detik kita dapat menerima pesan yang dikirim orang dari jarak ribuan
kilometer dan demikian pula sebaliknya. Kehadiran teknologi ini tentunya tidak
bisa dibendung. Suka tidak suka, siap tidak siap, kita harus menghadapinya.
Disamping menawarkan jasa informasi, teknologi ini mampu menawarkan lapangan
pekerjaan bagi orang yang menekuninya. Untuk bisa terlibat atau menjadi anggota
masyarakat global tersebut tidak ada jalan lain kita harus mempelajarinya
disamping mempersiapkan kepribadian dan mental. Hal ini penting karena selain
internet banyak menawarkan manfaat namun juga membawa hal-hal yang negatif
seperti pornografi, informasi yang menyesatkan dan lain-lain.
E-mail dan Web adalah aplikasi yang
paling banyak dipakai di internet. E-mail dimanfaatkan untuk berkirim surat
secara elektronik dengan cara mengetik surat dikomputer yang kemudian dikirim
kepada mitra kita yang juga terhubung ke internet. Sedangkan Web adalah
aplikasi yang menyerupai sebuah pasar swalayan yang sangat besar dimana
didalamnya ditawarkan segala macam informasi baik yang dapat diambil secara
gratis maupun harus dibeli.
Kemudian apakah internet ini juga
akan menyentuh dunia pertanian Indonesia? Seharusnya ya. Karena kalau tidak
maka dunia pertanian kita akan ketinggalan. Pertanian yang selama ini
berkembang secara tradisional seharusnya segera berubah seiring dengan
perkembangan jaman menjadi pertanian yang berkebudayaan industri. Dengan
pertanian berkebudayaan industri maka kedudukan informasi menjadi penting,
sehingga pertanian kita bisa dijalankan dengan analisis pasar yang benar.
Membanjirnya komoditas yang ditanam oleh para petani tidak akan terjadi lagi
seperti masa lalu. Demikian juga terjadinya fluktuasi harga komoditas pertanian
tidak akan terjadi lagi bila pertanian dijalankan dengan analisis pasar yang
benar.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian diatas, kami hendak
mengaji permasalahan yakni tentang sejauh mana Peranan Internet dalam
Pertanian.
1.3 Tujuan
Adapun Tujuan penulisan Makalah ini untuk mendeskripsikan peranan internet
didalam bidang Pertanian.
BAB II
Pembahasan
A. Fungsi Internet
Internet adalah sebuah teknologi
yang penting dan dibutuhkan untuk mengakses segala informasi berharga dari
berbagai belahan dunia. Saat ini, internet dipandang sebagai jaringan komputer
terbesar di dunia. Internet dapat diartikan sebagai kumpulan dari
jaringan-jaringan komputer, baik skala besar maupun kecil, yang dihubungkan
oleh jaringan komunikasi dan meliputi seluruh dunia. Jadi secara singkat,
internet adalah : “Hubungan antar komputer dan jaringan komputer yang saling
berjauhan untuk berbagi data dan informasi satu sama lainnya.”
Terdapat banyak manfaat yang bisa
didapatkan dari internet, dan oleh karena itu dianjurkan bagi setiap orang
untuk berlatih menggunakan internet dengan efisien dan efektif. Segala dampak
negatif internet dapat diatasi dengan berbagai cara, dan untuk itu kita juga
perlu belajar bagaimana cara terbaik mengantisipasinya.
B. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Bidang Pertanian
Dalam era
globalisasi yang semakin menguat, penguasaan terhadap Teknologi Komunikasi dan
Informasi merupakan keharusan yang tak lagi bisa ditawar. Teknologi diyakini
sebagai alat pengubah. Sejarah membuktikan evolusi teknologi selalu terjadi
sebagai tujuan atas hasil upaya keras para jenius yang pada gilirannya temuan
teknologi tersebut diaplikasikan untuk memperoleh kemudahan dalam aktivitas
kehidupan dan selanjutnya memperoleh manfaat dari padanya.
Teknologi Informasi
Komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung peningkatan
kualitas sumber daya manusia dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Teknologi informasi mempunyai tiga
peranan pokok:
1. Instrumen
dalam mengoptimalkan proses pembangunan, yaitu dengan memberikan dukungan
terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat.
2. Produk dan
jasa teknologi informasi merupakan komoditas yang mampu memberikan peningkatan
pendapatan baik bagi perorangan, dunia usaha dan bahkan negara dalam bentuk
devisa hasil eksport jasa dan produk industry telematika.
3. Teknologi
informasi bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, melalui
pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area
seluruh wilayah nusantara.
Kesadaran
pentingnya Teknologi Komunikasi dan Informasi yang biasanya disebut ICT
(Information and Communication Technologi), bukan hanya monopoli kalangan
pengusaha besar saja tetapi juga bertumbuh di kalangan pengusaha kecil dan
kekuatan-kekuatan masyarakat lain, seperti Koperasi, Kelompok Tani, dan
Masyarakat biasa. ICT diyakini berperan penting dalam pengembangan bisnis,
kelembagaan organisasi, dan juga mampu mendorong percepatan kegiatan ekonomi
dan taraf hidup masyarakat.
Teknologi
juga memegang peranan penting dalam pengembangan pertanian. Teknologi
dimafaatkan dalam tiga cabang utama pertanian yaitu penanaman, peternakan, dan
perikanan.Salah satu contoh Teknologi Informasi Komunikasi yaitu internet.
Internet menyajikan dunia secara tanpa batas. Lewat sarana inilah diharapkan
dapat digunakan untuk mencari segala informasi yang dibutuhkan dan dapat pula
digunakan oleh masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian
melalui korespondensi dengan orang lain atau perusahaan di berbagai penjuru
dunia baik Informasi terkini maupun informasi terlama bisa didapat dan
dikirimkan dengan cepat. Selama ini masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa
disebabkan kurangnya informasi yang baru dan tepat. Informasi dari
internet berfungsi sebagai langkah awal untuk menyelesaikan masalah yang
kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan yang lain.
Internet
memberi informasi kepada para petani dalam pemeliharaan tanaman dan hewan,
pemberian pupuk, irigasi, ramalan cuaca dan harga pasaran. Manfaat internet menguntungkan
para petani dalam hal kegiatan advokasi dan kooperasi.
Internet
juga bermanfaat untuk mengkoordinasikan penanaman agar selalu ada persediaan di
pasar, lebih teratur dan harga jual normal. Jika para petani memerlukan
informasi khusus yang tidak dapat segera dilayani para petugas penyuluhan
pertanian, maka mereka bisa mendapatkan informasi tersebut dari internet.
Pengenalan
internet bisa dimulai dari para pemuka masyarakatnya. Para pemimpin tersebut
perlu diyakinkan akan efektivitas internet dalam membidik sasaran-sasaran
pembangunan yang ditetapkan. Dengan demikian manfaat internet dapat cepat
disebarluaskan kepada masyarakat banyak melalui para pemuka masyarakat
tersebut. Struktur masyarakat perdesaan tersusun dalam kelompok-kelompok, baik
itu kelompok usaha, kesenian, ataupun kelompok social lainnya, yang
masing-masing mempunyai pemimpinnya. Para pemuka masyarakat dapat diberdayakan
untuk menunjukkan manfaat internet bagi setiap kelompoknya. Pemberdayaan
tersebut dapat dilakukan melalui kampanye lokal, pelatihan-pelatihan dan proyek
percontohan.
Dengan
lancarnya arus informasi, keterlambatan dan miskomunikasi mengenai penanaman,
pemupukan, penyemprotan, pemanenan, pengeringan, dan penjualan hampir tidak
terjadi lagi. Koperasi dapat mengetahui kebutuhan mingguan para petani secara
akurat dan menjadwalkannya dengan baik, musim panen dapat dirotasi, harga lebih
stabil, sementara koperasi dapat menjadi pengumpul dan pemasar hasil produksi
langsung kepada konsumen akhir. Peran tengkulak dan pengijon secara bertahap
dieliminasi.Harapannya TIK ini dapat digunakan oleh sebanyak mungkin petani
Indonesia atau bahkan para petani di dunia agar produktivitas padi mereka
meningkat, dan dijadikan sebagai alat pengembangan pertanian, demikian pula
untuk kesejahteraan hidupnya
C. Penggunaan Komputer Untuk Pertanian
Keberadaan konsumen selalu penting
bagi produsen, untuk memahami konsumen dan bagaimana cara terbaik untuk pasar
mereka dengan kemajuan teknologi yang signifikan selama dua dekade, kini
pemasar dihadapkan dengan lebih banyak alternatif dan memahami bagaimana
menyusun kebijakan promosi, namun apa yang diharapkan ternyata lebih sulit.
Industri pertanian (sektor yang penting di seluruh dunia) memiliki
pengecualian. Di Amerika Serikat ada sekitar 2,1 juta peternakan dengan nilai
produksi melebihi $217 miliar dan biaya produksi melebihi $190 miliar.
Pertanian memiliki peran yang lebih menonjol. Meskipun sering disebut sebagai
petani, maka produsen pertanian adalah penjual dan sekaligus pembeli, dan
penting untuk setiap bisnis yaitu tentang target pasar yang besar untuk
memahami bagaimana keputusan pembelian yang dibuat dan apa yang diharapkan dari
adanya komunikasi pemasaran. Pertanian merupakan salah satu budaya industri
tertua dan selalu berhadapan dengan banyak perubahan.
Perhatian utama bagi produsen
pertanian selama sepuluh tahun terakhir di Amerika Serikat telah mengalami
penurunan besar terkait harga komoditas karena pengaruh global dan adanya
Reformasi Undang-Undang Federal (FAIR), yang pada tahun 1996. FAIR dimaksudkan
sebagai kontrol produksi dengan membatasi jenis dan jumlah produk yang
dihasilkan. Idenya adalah jika produksi pertanian melimpah akan menurunkan
harga, dan pelanggan akan membeli, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan
permintaan. Dalam kenyataannya, produk pertanian seperti makanan seringkali
terjadi penurunan harga, namun tetap tidak merangsang permintaan. Sementara itu
untuk produk pertanian plummeted, biaya operasional terus meningkat.
Keadaan ini membawa efek kombinasi,
bahkan jumlah produsen pertanian di Amerika Serikat menurun dari 6,8 juta
(1935) menjadi 2,1 juta (2004). Industri pertanian sebagai produsen telah
dipaksa untuk menyerap lebih banyak tagihan yang belum dibayarkan dengan
profitabilitas memburuk. Penurunan profit margin dan meningkatnya jumlah
kegagalan ternak dan menyebabkan pesimisme.
Kini strategi efisiensi lebih
menjanjikan yaitu peningkatan manfaat teknologi, seiring dengan lebih
canggihnya traktor dan peralatan, adopsi teknologi peramalan cuaca, global
positioning system (GPS), citra satelit dan bioteknologi. Yang menarik dalam
kajian ini adalah penggunaan internet dan peranan dalam pemasaran pada industri
pertanian.
D. Peranan internet bagi Budaya Industri Pertanian
1. Sumber Informasi
Internet adalah sumber informasi
praktis yang formal dan informal. Informasi dapat diakses setiap saat setiap
hari. Sejumlah situs pertanian, seperti DirectAg.com menyediakan prakiraan
cuaca, harga tanaman, jasa keuangan dan industri, serta berita umum lainnya.
Internet juga berfungsi sebagai sumber informasi informal, membawa produser
yang memiliki memiliki minat sama meskipun terpisah secara geografis. Melalui
ruang chatting dan email, produsen pertanian dapat membicarakan produktivitas
kontrol hama atau masalah lainnya dengan para ahli di lapangan. Internet
memungkinkan untuk interaksi sosial di antara produsen yang relatif terpencil
dari satu sama lain.
2. Model Data Produktivitas
Sementara internet sebagai sumber
informasi umum, situs web yang lebih bersifat interaktif dan memungkinkan
produsen untuk input dan menyimpan informasi lapangan. Informasi ini dapat
dikombinasikan dengan cuaca dan pasar dalam memanfaatkan data secara canggih
untuk menentukan model seperti kontrol hama atau strategi pupuk. VantagePoint
dan mPower3, adalah dua dari situs web yang dirancang untuk membantu produsen
meningkatkan produktivitas lading.
3. Pembelian Supplies
Internet adalah sumber yang berharga
untuk membeli perlengkapan. Misalnya simpanan hingga 30% dapat dicapai oleh
pemotongan harga dari supplier dan distributor untuk produk-produk seperti
bibit, pupuk, dan perlindungan tanaman bahan kimia. Produsen kecil dan
independen yang tidak cukup memenuhi syarat volume ke dealer, secara bersama
potongan harga pada masing-masing dapat digabungkan untuk membeli kebutuhan
dengan produsen lainnya sehingga mendapatkan harga yang lebih baik.
4. Penjualan Produk
Pertani tradisional dalam menjual
produk ke pasar, kadang-kadang harus menempuh perjalanan hingga ratusan
kilometer dalam upaya untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Ini sangat mahal
dan memakan waktu. Sebaliknya, Internet membuka pasar global sampai ke
konsumen, bahkan di daerah terpencil. Produsen memiliki akses harga produk yang
lebih baik dan konsumen mendapat harga terjangkau. Selain itu dapat menjaga
sapi, kambing, ayam, babi dan ternak lainnya dari infeksi hingga ke tempat
pelelangan.
5. Penggunaan Internet oleh Petani
Koneksi internet menyediakan
berbagai fungsi dan manfaat kepada produsen pertanian. Namun, menurut laporan
oleh National Agricultural Statistics Service Amerika Serikat, hanya sekitar
setengah dari produsen pertanian memiliki akses internet. Sementara laporan statistik
penggunaan internet berbeda-beda, dengan beberapa studi melaporkan penggunaan
biaya operasional rendah, dan laporan lain lebih tinggi. Sekitar 8 persen dari
produsen pertanian melakukan transaksi e-commerce (USDA-NASS Farm Komputer
Penggunaan dan Kepemilikan 2003), di sisi lain para produsen yang membeli atau
menjual on-line cenderung lebih besar.
Penelitian menunjukkan bahwa
penggunaan Internet dan tujuan yang digunakan mungkin berbeda-beda menurut
jenis operasionalnya. Misalnya, peternak akan lebih cenderung untuk membeli
produk pertanian yang lebih bersih daripada kedelai growers. Dari produsen
melakukan transaksi e-commerce, lebih dari 40 persen laporan pada pembelian
tanaman, 33 persen membeli ternak dan 25 persen menjual ternak melalui Internet.
6. Keterbatasan dan Kendala Penggunaan Internet dalam Pertanian
Dengan banyak keuntungan penggunaan
internet dalam industri pertanian, sangat mengejutkan bahwa ternyata banyak
produsen pertanian tidak memanfaatkan perangkat ini untuk menjalankan bisnis
mereka menjadi lebih baik.
Apa yang mendorong keengganan
dari beberapa produsen pertanian untuk memanfaatkan internet, yaitu :
Ø “ Keterbatasan fisik (infrastruktur
dan permodalan) dan non-fisik (SDM) maupun kurangnya minat teknologi pada
umumnya. Petani yang bergantung pada metode produksi tradisional berserta
peralatannya (petani di Jawa lebih suka membeli sapi dibandingkan membeli
traktor). Para produsen tidak menggunakan Internet untuk alasan bahwa di ladang
tidak ada komputer.
Ø Penelitian di Amerika serikat
menunjukkan bahwa hampir 60 persen dari petani menggunakan komputer, hanya
48-50 persen menggunakan Internet, dan hanya 8 persen membuat transaksi
e-commerce.
Ø Produsen yang menggunakan komputer
namun tidak dapat terhubung ke internet karena memerlukan biaya yang sangat
tinggi untuk mendapatkan akses di daerah pedesaan. Saluran telepon di daerah
pedesaan yang ”out of service” atau nirkabel dengan biaya ribuan dolar, sungguh
akses yang tidak mudah di beberapa daerah.
Faktor lain mungkin enggan
untuk menggunakan Internet karena keamanan dan privasi. Websites seperti
VantagePoint dan mPower3 membolehkan produsen produksi peternakan untuk
menyimpan data agregat peternakan, walaupun tetap rahasia, petani mungkin
khawatir bahwa secara teknis dapat diidentifikasi. Demikian juga, selalu ada
kekhawatiran tentang data keuangan dan nomor kartu kredit yang ditransfer
melalui internet. Terakhir, bahwa sistem distribusi tradisional dalam budaya
industri pertanian sangat berakar pada layanan pribadi dan interaksi ”face to
face.”antara produsen dan bayer.
7. Pemanfaatan Teknologi Internet dalam budaya industri Pertanian
Keberadaan konsumen selalu
penting bagi produsen, untuk memahami konsumen dan bagaimana cara terbaik untuk
pasar mereka dengan kemajuan teknologi yang signifikan selama dua dekade, kini
pemasar dihadapkan dengan lebih banyak alternatif dan memahami bagaimana
menyusun kebijakan promosi, namun apa yang diharapkan ternyata lebih sulit.
Industri pertanian (sektor yang penting di seluruh dunia) memiliki
pengecualian. Di Amerika Serikat ada sekitar 2,1 juta peternakan dengan nilai
produksi melebihi $217 miliar dan biaya produksi melebihi $190 miliar.
Pertanian memiliki peran yang lebih menonjol. Meskipun sering disebut sebagai
petani, maka produsen pertanian adalah penjual dan sekaligus pembeli, dan
penting untuk setiap bisnis yaitu tentang target pasar yang besar untuk
memahami bagaimana keputusan pembelian yang dibuat dan apa yang diharapkan dari
adanya komunikasi pemasaran. Pertanian merupakan salah satu budaya industri
tertua dan selalu berhadapan dengan banyak perubahan.
Perhatian utama bagi produsen
pertanian selama sepuluh tahun terakhir di Amerika Serikat telah mengalami
penurunan besar terkait harga komoditas karena pengaruh global dan adanya
Reformasi Undang-Undang Federal (FAIR), yang pada tahun 1996. FAIR dimaksudkan
sebagai kontrol produksi dengan membatasi jenis dan jumlah produk yang
dihasilkan. Idenya adalah jika produksi pertanian melimpah akan menurunkan
harga, dan pelanggan akan membeli, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan
permintaan. Dalam kenyataannya, produk pertanian seperti makanan seringkali
terjadi penurunan harga, namun tetap tidak merangsang permintaan. Sementara itu
untuk produk pertanian plummeted, biaya operasional terus meningkat.
Keadaan ini membawa efek kombinasi,
bahkan jumlah produsen pertanian di Amerika Serikat menurun dari 6,8 juta
(1935) menjadi 2,1 juta (2004). Industri pertanian sebagai produsen telah
dipaksa untuk menyerap lebih banyak tagihan yang belum dibayarkan dengan
profitabilitas memburuk. Penurunan profit margin dan meningkatnya jumlah
kegagalan ternak dan menyebabkan pesimisme.
Kini strategi efisiensi lebih
menjanjikan yaitu peningkatan manfaat teknologi, seiring dengan lebih canggihnya
traktor dan peralatan, adopsi teknologi peramalan cuaca, global positioning
system (GPS), citra satelit dan bioteknologi. Yang menarik dalam kajian ini
adalah penggunaan internet dan peranan dalam pemasaran pada industri pertanian.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teknologi
Informasi Komunikasi merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung
peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan pemerintah kepada
masyarakat.
Teknologi informasi mempunyai tiga peranan pokok:
- Instrumen dalam mengoptimalkan proses pembangunan, yaitu dengan memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat.
- Produk dan jasa teknologi informasi merupakan komoditas yang mampu memberikan peningkatan pendapatan baik bagi perorangan, dunia usaha dan bahkan negara dalam bentuk devisa hasil eksport jasa dan produk industry telematika.
- Teknologi informasi bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area seluruh wilayah nusantara.
Kesadaran
pentingnya Teknologi Komunikasi dan Informasi yang biasanya disebut ICT
(Information and Communication Technologi), bukan hanya monopoli kalangan
pengusaha besar saja tetapi juga bertumbuh di kalangan pengusaha kecil dan
kekuatan-kekuatan masyarakat lain, seperti Koperasi, Kelompok Tani, dan
Masyarakat biasa. ICT diyakini berperan penting dalam pengembangan bisnis,
kelembagaan organisasi, dan juga mampu mendorong percepatan kegiatan ekonomi
dan taraf hidup masyarakat.
B. Saran
Dunia
Pertanian/perkebunan hendaknya dapat memanfaatkan Teknologi Informasi secara
optimal agar hasilnya juga memuaskan terutama bagi para petani.
DAFTAR PUSTAKA
journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalkmp/article/viewFile/8666/pdf
repository.ipb.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar