Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan
Disusun Oleh:
Nama : MOCHAMMAD ZULFIKAR T.J
NPM : 16111129
Kelas : 1IA16
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
TI - TEKNIK INFORMATIKA
Universitas Gunadarma
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memudahkan penulisi bisa mengerjakan makalanya tanpa ada hambatan dan tidak henti-hentinya saya di berikan kesehatan untuk dapat menyelesaikan makalah Ilmu sosial dasar tentang “pemuda dan sosialisai” dengan waktu yang telah di tentukan sebelum bulan November Dan ini sesuai dengan SAP yang telah ditentukan.Dalam makal ini penyusun memberi tau tentang “ Ilmu pengetahuan,teknologi,dan kemiskinan”
Makalah ini mungkin masih banyak kesalahan baik dari segi tulisan mapun dari materi untuk itu saran dan keritik yang bersifat mengkoreksi dan berargumen penyusun terimakasih dengan hati terbuka.Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembacanya.
Jakarta 25 Oktober 2017
(zulfikar)
Penulis
ILMU PENGETAHUAN,TEKNOLOGI,DAN KEMISKINAN
Ilmu Pengetahuan
1.1 Pengertian ilmu pegetahuan
ilmu adalah pengetahuan tetapi tidak semua pengetahuan adalah ilmu,pengetahuan adalah pembentukan pemikiran asosiatif yang menghubungkan atau menjalin sebuah pikiran dengan kenyataan atau dengan pikiran lainnya berdasarkan pengalamanya pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu. Manusia tahu dunia sekitarnya, akan dirinya, akan orang-orang lain, tahu yang baik dan buruk, yang indah dan yang tidak indah. Gejala yang dapat diklasifikasikan menjadi empat kriteria:
1) Tidak dari permulaan adanya manusia itu sudah tahu. Segera setelah tahu ia memaparkan isi hatinya dengan bahasa dan berbagai pertanyaan: apa ini, apa itu, mengapa begini, mengapa begitu, dan sebagainya, yang disebabkan karena rasa kagum dan tidak mengerti. Berbagai pertanyaan diluncurkan untuk memuaskan keingin-tahuannya. Di samping bertanya, keingin-tahuannya itu juga dicoba dicari jawabnya dengan bertanya pada diri sendiri dan dengan mengadakan penyelidikan-penyelidikan. Makin banyak dan makin mendalam yang diketahuinya, biasanya makin besar pula usahanya untuk tahu dan hanya akan berakhir pada akhir kesadarannya.
2) Tahu yang memuaskan manusia itu ialah tahu yang benar, yang tidak keliru. Pemuas keinginan tahu manusia adalah kebenaran. Tahu atau pengetahuan dikatakan sebagai kebenaran adalah apabila pengetahuan itu sesuai dengan obyeknya. ]ika manusia tidak tahu akan salah satu aspek dari obyek pengetahuannya, bukanlah manusia itu keliru, melainkanbelum lengkap pengetaturannya. dan kekeliruan itu barulah ada manakala orang mengira bahwa ia tahu tentang suatu aspek tetapi ternyata aspek tersebut tak ada pada obyek yang dimaksud sehingga pengetahuannya tentang aspek tersebut tidak sesuai dengan nbyeknya. Kebenaran ini ada yang menyebut sebagai obyektivitas. jadi pengetahuan yang benar adalah pengetahuan obyektif.
3) Tahu manusia tentang sesuatu bukanlah dari sejak lahir. Sebelum manusia tahu, ia kagum atas segala sesuatu yang mengelilinginya. dan itu merangsang dan menimbulkan keinginannya untuk tahu. Yang mengelilingi manusia adalah dunia seisinya, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. asalkan ada. Obyek tahu adalah apa saja yang ada dan yang mungkin ada. Karena banyaknya yang mengelilingi manusia. seakan tak habis-habisnya. maka keingin-tahuan manusia itu hanya terbatasi oleh hidupnya.
4) Manusia dirangsang alam sekitarnya untuk tahu.Yang dirangsang pada manusiaadalalt indranya. yaitu penglihatan, penciuman, pendengaran. perasaan lidah, dan perasaan badan. Lepas dari berapa jumlah indra yang dimiliki manusia, indralah yang pertama kali bersentuhan dengan rangsang. Persentuhan dengan rangsang inilah yang disebut dengan pengalaman. Tersentuhnya indra manusia oleh rangsangan tersebut menyebabkan manusia mengadakan reaksi, yaitu tahu yang dicetuskan dengan suatu keputusan.Keputusan yang dicetuskan oleh manusia membuat manusia menjadi tahu, dan ia tahu bahwa ia tahu. Setelah bertanya kepada orang lain mungkin manusia ine ngira ia tahu. tetapi pada suatu ketika ternyata bahwa yang ia tahu adalah salah atau bahwa ia keliru, jadi sebenarnya belum tahulah ia.
Untuk bisa bertanggung jawab seseorang harus memiliki sikap-sikap ilmiah baik kepada masyarakant maupun kepada diri sendiri.Untuk penulisan ilmiah harus dipahami agar menjadi karya yang berkualitas baik.Sikap ilmiah tsb adalah sebagai berikut:
1) sikap ingin tahu
sikap ingin tau atau kepo yang berlebihan menuntut kita labih berfikir keritis dan keratif dalam menentukan suatu pemecahan masalah dan mendapatkan ilmu dari pengalaman tersebut
2) Sikap keritis
Direalisasikan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya kepada siapapun maupun bertanya dengan orang yang dapat dipercaya
3) Sikap terbuka
Selalu mendengarkan keterangan dan argumentasi orang lain dan menghargainya
4) Sikap objektif
Sikap professional yang harus dimiliki di seitiap insan
5) Sikap rala menghargai karya
Menghargai dan mengakui keberhasilan karya orang lain merupakan sportifitas dan menunjukan kebudadyaan indoesia itu sendiri
Teknologi
2.1 pengertian teknologi
Teknologi adalah pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehinga seeakan-akan membuat lebih ampuh.Teknologi Aktivitas ilmiah yang terdiri atas bagian substantif atau isi dan bagian prosedural atau metode sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu, tetapi sangat kompleks. Dan“ titik pandang internal dan sistematis, konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal, yaitu proses (menunjuk pada penelitian ilmiah), prosedur (mengacu pada metode ilmiah) dan produk (yang dimaksud pengetahuan ilmiah). Dari titik pandang sosiologi ilmu, dimensi ilmu dibedakan antara sudut pandang internal (mengacu pada ilmu akademis) dan sudut pandang eksternal (mengacu pada ilmu industrial). Perbedaan antara keduanya terletak pada hubungannya dengan masyarakat. llmu akademis relatif lebih menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengembangan ilmu itu sendiri tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan penerapannya lebih lanjut. llmu industrial memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pengetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh ilmu-ilmu mumi dengan titik berat pada kemampuan instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis untuk kepentingan Negara maupun individu dan kelompok hal inilah komponen utama teknologi.
2.2 Ciri-ciri fenomena teknik pada masyarakat
Fenomena teknologi pada masyarakat kini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Rasionalitas Artinya tindakan spontan oleh teknologi diubah menjad tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasionali
2) Artifisialitas Artinya selalu membuat sesuatu yang buatan, tidak alamiah
3) Otomatisme Artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan serba otomatis. Demikian pula dengan teknologi, mampu mengeliminasikan kegiatan non-teknologi.menjadi kegiatan teknis.
4) Teknologi berkembang pada suatu kebudayaan .
5) Monisme Artinya semua teknologi bersatu, saling berinteraksi,dan saling bergantung.
6) Universalisme Artinya teknologi melampaui batas-batas kebudayaandan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
7) Otonomi Artinya teknologi berkembang menurut prinsip-prinsipnya sendiri.
Teknologi berkembang dengan cepat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Masa sekarang nampaknya sulit memisahkan kehidupan manusia dengan teknologi, bahkan sudah merupakan kebutuhan manusia. Awal perkembangan teknologi yang sebelumnya merupakan bagian dari ilmu atau bergantung dari ilmu, sekarang ilmu dapat pula bergantung dari teknologi Dengan berkembang pesatnya teknologi komputer dan satelit ruang angkasa, misalnya, diperoleh pengetahuan baru dari haul kerja kedua produk teknologi tersebut. Luasnya bidang teknologi digambarkan sebagai Teknologi meliputi bidang ekonomi Artinya teknologi mampu menghasilkan barang-barang industri. Teknologi mampu mengkonsentrasikan kapital
2.3 Ciri-ciri teknologi barat
1) Sifat intensif
2) Dalam struktur sosial teknologi barat terlalu bergantungan kepada teknologi itu meberikan dampak buruk terhadap kemampuan dan kepercayaan kepada manusia
3) Kosmologi menganggap dirinya sebagai pusat yang lain Ilmu pengetahuan ,Tekonlogi dan Nilai
3.1 pegertia pengetahuan ,Tekonlogi dan Nilai
Teknologi adalah pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehinga seeakan-akan membuat lebih ampuh.Teknologi Aktivitas ilmiah yang terdiri atas bagian substantif atau isi dan bagian prosedural atau metode sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu, tetapi sangat kompleks. Dan“ titik pandang internal dan sistematis, konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal, yaitu proses (menunjuk pada penelitian ilmiah), prosedur (mengacu pada metode ilmiah) dan produk (yang dimaksud pengetahuan ilmiah). Dari titik pandang sosiologi ilmu, dimensi ilmu dibedakan antara sudut pandang internal (mengacu pada ilmu akademis) dan sudut pandang eksternal (mengacu pada ilmu industrial). Perbedaan antara keduanya terletak pada hubungannya dengan masyarakat.,dan nilai-nilai yang terkandung dalam pengetahuan itu sendiri
4.1 pengertian kemiskinan
Kemiskinan adalah ketidakmampuan Seseorang untuk memenuhi kebutuhan sendiri apalagi orang lain ,seperti kebutuhan primer maupun sukunder karena perngaruh yang besar tingkat kemiskinan di Indonesia masih cukup banyak karena kurangnya keterampilan dan pendidikan yang minim sangat membuat seseorang sulit mendapatkan perkerjaan yang layak dengan adanya. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami ' ' istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lain melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi . memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
4.2 ciri-ciri dibawah garis kemiskinan
Teori Davis :
1)Tidak memiliki faktor-faktor produksi sendiri seperti bahan-bahan dasar kebutuhan maupun keterampilan
2)Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan pengkerjaan sendiri
3)Tingginya pendidikan yang rendah sehinga kualitas dan kuantitas Negara kurang SDM
4)Kebanyakan masyarakat tinggal di desa sebagai perkeja bebas
5) kurangnya keterampilan sebagai orang pendatang dikota besar sehingga tingkat pengangguran banyak
4.3 fungsi kemiskinan
1) fungsi dalam bidang Ekonomi: Dapat memaksimalkam membuat lapangan kerja yang baru
2) Fungsi dalam Bidang Sosial : Banyaknya rasa peduli terhadap kamu yg misikin membuat orang menolong untuk memberikan pekerjaan
3) Fungsi dalam bidang Cultural: sebangai inspirrasi sastwan dan budayawan untuk saling memajukan sesama manusia
4) Fungsi Politik : Sebagai Perbaikian system ekonomi dan keritikan perekonomian
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
ilmu adalah pengetahuan tetapi tidak semua pengetahuan adalah ilmu,pengetahuan adalah pembentukan pemikiran asosiatif yang menghubungkan atau menjalin sebuah pikiran dengan kenyataan atau dengan pikiran lainnya berdasarkan pengalamanya pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu. Manusia tahu dunia sekitarnya Teknologi adalah pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehinga seeakan-akan membuat lebih ampuh.Teknologi Aktivitas ilmiah yang terdiri atas bagian substantif atau isi dan bagian prosedural atau metode sebagai bagian dari realitas sosial tidak cukup dipahami sesederhana itu, tetapi sangat kompleks. Dan“ titik pandang internal dan sistematis, konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal, yaitu proses menunjuk pada penelitian ilmiah
REKOMENDASI
a. Pengetahuan sangat lah penting bagi kehidupan yang dimana mengharuskan menimba ilmu setinggi munggkin dalam rumusan Negara dan agama
b.Perkembangan positif diharuskan diikuti oleh teknologi yang memampani bagi kehidupan
c.Kemiskinan bukan hanya terdapat dampak negative saja lihatlah dalam segi positif.
REFRENSI :
Soelaeman,M. Munandar. Ir.Ilmu Sosial Dasar(teori dan konsep).Bandung.1986
Tidak ada komentar:
Posting Komentar